SHARE

“Siapa yang bisa menyebutkan dua nama stasiun MRT Jakarta?”

Keanu, salah satu peserta tur, mengacungkan tangannya lalu melangkah maju ke arah pemandu tur.

“Stasiun Senayan dan Stasiun Haji Nawi!” jawab ia.

Pagi itu, sebanyak 10 orang anak dan tiga orang dewasa yang terdiri dari tiga kelompok berkumpul di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia untuk mengikuti program #JelajahiJakarta Edisi Liburan Sekolah yang diadakan oleh PT MRT Jakarta sejak 22 Juni 2019 lalu. Mereka berkumpul di area beranda peron stasiun pada pukul 10.00 WIB lalu bersama-sama masuk ke ruangan rapat stasiun untuk menonton film pendek terkait sejarah pembangunan MRT Jakarta hingga beroperasi pada Maret 2019 lalu.

Setelah menyaksikan film pendek tersebut, rombongan juga mendapatkan kartu JakCard dari Bank DKI yang bisa dipergunakan sebagai tiket pembayaran perjalanan MRT Jakarta dan juga sejumlah moda transportasi lainnya seperti Transjakarta dan lokasi wisata seperti Taman Margasatwa Ragunan dan Monumen Nasional. Di depan gerbang penumpang (passenger gate), anak-anak diajarkan cara melakukan pengetapan kartu dan adab mengantre sebelum melakukan pengetapan. Di area peron penumpang, anak-anak juga diajarkan untuk mengatre pada tempatnya sebelum masuk ke kereta. Di dalam kereta, anak-anak juga diajarkan tentang perilaku yang baik ketika sedang berada di dalam kereta juga dijelaskan tentang fitur-fitur serta arti visual yang ada di layar informasi penumpang (passenger information display).

Pemandu tur terdiri dari tiga orang yang seluruhnya ada mahasiswa yang mengisi waktu liburan kuliah. Sulthon, mahasiswa salah satu universitas di Malang, menyampaikan motivasinya menjadi sukarelawan di program #JelajahiJakarta Edisi Liburan Sekolah ini. “Saya libur kuliah dari Mei hingga Agustus mendatang. Meskipun kuliah di Malang, saya asli Tangerang sehingga waktu liburan seperti ini saya pulang ke rumah dan mengisi waktu dengan menjadi sukarelawan di MRT Jakarta. Beberapa dari kami juga tergabung dalam komunitas pecinta kereta yang sudah terbiasa menjadi sukarelawan seperti melakukan sosialisasi di perlintasan jalur kereta agar masyarakat tidak menerobos palang perlintasan,” ungkap pria berkaca mata ini. Ia ditunjuk sebagai koordinator sukarelawan program #JelajahiJakarta di Stasiun Bundaran HI. “Tur ini sekali jalan saja, misalnya naik dari Stasiun Bundaran HI, nanti peserta turun di Stasiun Lebak Bulus Grab. Meski demikian, sesekali ada permintaan untuk turun di stasiun tertentu, biasanya untuk berfoto bersama namun tidak keluar dari area berbayar (paid area), lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan,” terang Sulthon.

Nia, salah satu orang tua anak peserta tur menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Harapannya sih kegiatan ini diadakan setiap tahun karena anak-anak senang. Ini juga baru pertama kali ini naik MRT,” ujar ia. “Saya datang bersama lima orang anak saya. Menurut saya kegiatan ini cukup edukatif. So far udah baguslah MRT Jakarta ini,” ungkap ia lalu tersenyum. Sabhira, salah satu anaknya, pun mengaku senang dengan acara ini. “Tadi seru dan menyenangkan,” jawab ia sambil tertunduk malu-malu.

Memeriahkan liburan sekolah untuk anak-anak, MRT Jakarta menyediakan program khusus #JelajahiJakarta Edisi Liburan Sekolah yang memberikan pengalaman menjelajahi stasiun dan kereta MRT Jakarta ditemani oleh pemandu yang akan memberikan informasi terkait penggunaan MRT Jakarta dan transportasi publik lainnya. Masyarakat dapat mendaftar melalui akun media sosial resmi PT MRT Jakarta atau datang langsung ke Stasiun Bundaran HI atau Stasiun Lebak Bulus Grab. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here