SHARE

Ankara – Otoritas Turki mengusir Duta Besar (Dubes) dan Konsul Jenderal Israel di Istanbul terkait bentrokan maut di perbatasan Gaza yang menewaskan puluhan warga Palestina. Israel membalasnya dengan mengusir Konsul Jenderal Turki di Yerusalem.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/5/2018), aksi saling mengusir diplomat ini dilakukan Turki dan Israel menyikapi bentrokan antara demonstran Palestina dengan tentara Israel di perbatasan Gaza pada Senin (14/5) yang menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina.

Turki awalnya mengusir Dubes Israel, Eitan Naveh. Namun sebelum terbang keluar Turki, Naveh diperiksa oleh petugas keamanan di bandara Istanbul dengan disaksikan publik dan media-media Turki.


Otoritas Israel memprotes hal itu, dengan menyebutnya sebagai ‘perlakuan tidak pantas’ terhadap diplomatnya. Israel menuding Turki sengaja mengundang wartawan untuk meliput pengusiran itu.

Kementerian Luar Negeri Israel kemudian memanggil charge d’affaires Kedutaan Besar Turki untuk melayangkan protes. Dubes Turki untuk Israel sendiri telah dipanggil pulang oleh pemerintah Turki, sejak Senin (14/5) lalu, untuk konsultasi.

Usai melayangkan protes, Israel mengusir Konsul Jenderal Turki di Yerusalem, Gurcan Turkoglu. Menanggapi hal itu, Turki kembali mengambil tindakan dengan mengusir Konsul Jenderal Israel di Istanbul, Yosef Levi Sfari.

Pengusiran masing-masing diplomat itu dinyatakan untuk jangka waktu yang belum ditetapkan.

Turki selama ini menjadi salah satu pengkritik paling vokal untuk Israel, terutama terkait penggunaan kekerasan terhadap demonstran Palestina. Pada Senin (14/5), Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut tewasnya puluhan warga Palestina dalam bentrokan di perbatasan Gaza sebagai genosida dan menyebut Israel sebagai negara teroris. Otoritas Turki juga telah menetapkan tiga hari masa berkabung sebagai solidaritas untuk Gaza.

(nvc/bpn)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here