SHARE

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, dalam kunjungan kerjanya ke Stasiun Bundaran Hotel Indonesia pada Rabu (20-02-2019) lalu. Jusuf Kalla datang sekitar pukul 10.30 WIB dan masuk melalui salah satu pintu masuk stasiun yang terletak di depan Plaza Indonesia. Kedatangan Wapres disambut langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, dan Direktor Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, terlihat menyambut kedatangan wakil presiden yang pagi itu terlihat santai dengan mengenakan batik. Rombongan dijadwalkan untuk menjajal kereta MRT Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus.

Rombongan kemudian berangkat menggunakan kereta 10.40 menuju Stasiun Lebak Bulus. Tiba di lokasi, Jusuf Kalla dan menyempatkan diri untuk meninjau stasiun MRT Jakarta pertama di selatan Jakarta ini, termasuk melihat area Depo Lebak Bulus dari area peron stasiun. Tidak lama kemudian, rombongan bertolak kembali menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Sebelum meninggalkan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jusuf Kalla menyampaikan kesannya setelah menjajal kereta. “Moda transportasi ini aman, nyaman, dan tepat waktu. Tiga hal yang sangat penting untuk sebuah sistem transportasi. Masyarakat bisa menghitung perjalanan. Kritik saya hanya satu, yaitu kita terlambat bangunnya,” ucap ia dari area beranda peron Stasiun BHI yang disambut gelak tawa awak media. “Kita apresiasi ini bisa dibangun sekarang ini. Ini baru 16 kilometer, kita butuh 200 km dalam sepuluh tahun ke depan agar semua warga Jakarta terjamin sistem transportasinya. Gubernur DKI Jakarta sedang merencanakan bagaimana integrasi dari seluruh sistem transportasi seperti MRT, LRT, dan bus Transjakarta,” lanjut ia.

Jusuf Kalla juga mengharapkan masyarakat lebih disiplin dalam menggunakan MRT. “Masyarakat akan lebih disiplin, tidak coret-coret, dan antre serta tepat waktu. Kita sudah lihat masyarakat sudah teruji ketika Asian Games 2018 lalu begitu disiplinnya orang-orang. Yang pasti harus sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat,” ucap ia. Ia juga menyampaikan bahwa dengan perpanjangan rute dan perbaikan infrastruktur LRT, MRT, dan bus transjakarta, akan membiasakan masyarakat untuk berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga menyampaikan rencana integrasi antara MRT Jakarta dan BRT Transjakarta. “Contohnya di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia ini. Begitu keluar, masyarakat sudah tersambung dengan Halte BRT Transjakarta. Dari mana saja, bisa pergi ke mana saja karena sudah tersambung. Saat ini, 75 persen masyarakat menggunakan transportasi pribadi dan 25 persen menggunakan transportasi publik. Kami targetkan di 2030, 75 persen masyarakat akan menggunakan transportasi publik,” kata ia. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here