SHARE
Yang Benar Katana atau Samurai?Kenshin Himura, karakter populer dari anime ‘Samurai X’. Samurai itu orangnya atau pedangnya? (Gambar: Istimewa)

Jakarta – Penggunaan pedang melengkung khas Jepang dalam aksi terorisme di Riau dan ribut-ribut di kantor ACC cabang Depok membawa perdebatan soal nama senjata tajam yang digunakan. Apa nama yang benar, samurai atau katana?

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online yang beralamat di kbbi.kemdikbud.go.id, terdapat dua arti kata ‘samurai’. Sedangkan kata ‘katana’ tak ditemukan pengertiannya.

Ini berarti kata ‘samurai’ sudah diserap ke dalam Bahasa Indonesia, sementara kata ‘katana’ tidak. Arti pertama kata samurai adalah ‘aristokrat Jepang dari golongan kesatria (prajurit)’. Sedangkan arti kedua adalah ‘pedang khas Jepang agak melengkung’. Artinya, kata ‘samurai’ bisa digunakan untuk menyebut senjata tajam atau pedang khas Jepang.

Bagaimana dengan pemahaman soal samurai dalam Bahasa Inggris? Kamus Cambridge menjelaskan, “samurai adalah anggota kelas militer dari kalangan sosial tinggi pada Abad 11 hingga 19 di Jepang.” Kamus Cambridge tak punya entri katana.

Kamus Oxford (situs oxford dictionaries) menjelaskan samurai adalah seorang anggota kasta militer yang punya kekuasaan dalam masyarakat Jepang feodal. Katana diartikan sebagai pedang panjang bermata satu, digunkanan oleh samurai Jepang.

Kamus Merriam Webster mengartikan samurai, pertama, sebagai pembantu militer untuk daimyo Jepang yang mengikuti tata cara Bushido. Arti kedua dari samurai adalah seorang serdadu dalam masyarakat aristokrat Jepang. Katana diartikan sebagai pedang bermata satu yang digunakan sebagai perlengkapan samurai Jepang.

Eiko Ikegami dalam ‘The Taming of The Samurai’ menjelaskan samurai berasal dari kata ‘saburai’ yang bermakna ‘orang yang melayani’. Mereka melayani tuannya dan mendapat imbalan penguasaan lahan. Pedang ikonik yang sering mereka bawa-bawa itu namanya bukan samurai.

Lalu bagaimana bisa di Indonesia kata ‘samurai’ juga bermakna sebagai pedang? Kenapa juga Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tak memasukkan entri ‘katana’ untuk merujuk ke pedang Jepang ikonik itu?

Kepala Bidang Pengembangan Badan Bahasa sekaligus Pemimpin Redaksi KBBI Edisi V, Dora Amalia, menjelaskan kepada detikcom, bahwa samurai memang merujuk kepada anggota masyarakat tertentu di masyarakat Jepang masa lalu.

“Memang betul bila ditinjau dari sejarah kata, samurai itu merujuk ke kelompok prajurit Jepang itu. Tapi samurai itu seringkali diidentikkan oleh masyarakat dengan pedang yang mereka gunakan,” kata Dora saat dihubungi, Kamis (17/5/2018).

KBBI mencatat dan merekam kata yang digunakan oleh masyarakat. Seringkali, masyarakat memang mengggunakan kata yang tak sesuai makna aslinya, penggunaan kata samurai adalah salah satunya. Di masyarakat Indonesia, kata samurai sering digunakan untuk menyebut pedang Jepang. Maka KBBI memasukkan pengertian seperti itu sebagai definisi kedua dari kata ‘samurai’.

“Di masyarakat, walaupun sejarah katanya tidak sesuai makna aslinya tetapi dalam penggunaan sehari-hari sering digunakan,” kata Dora.

Meski begitu, definisi asal dari satu kata bakal ditempatkan sebagai definisi pertama. Definisi samurai yang merujuk ke anggota kelompok masyarakat Jepang ditempatkan sebagai definisi pertama, barulah samurai yang punya definisi pedang ditempatkan sebagai definisi kedua.

Seperti halnya kata ‘canggih’, definisi pertamanya adalah ‘banyak cakap; bawel; cerewet’. Itu karena memang definisi asal ‘canggih’ adalah demikian adanya, barulah belakangan ‘canggih’ diartikan sebagai hal yang rumit menyangkut teknologi.

Kembali ke ‘samurai’ tanpa ‘katana’ di KBBI Edisi V, Dora membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan agar ‘katana’ dimasukkan ke KBBI, supaya jelas perbedaan ‘samurai’ dan ‘katana’ dalam Bahasa Indonesia. Caranya, pengguna KBBI terdaftar secara daring bisa mengusulkan entri baru.

“Usulan memasukkan entri baru ‘katana’ sangat mungkin. Silakan fitur itu dimanfaatkan. Kebetulan memang belum ada usulan ‘katana’,” kata Dora.

KBBI mengadakan pemutakhiran setiap enam bulan sekali, pada April dan Oktober. Pada bulan April kemarin ada 1.000 entri baru di KBBI. “Paling sedikit, ada 1.000 kata dan makna baru setiap enam bulan,” kata Dora.

(dnu/tor)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here